Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerpen

Dunia Antah Berantah dalam Kepala (2)

Gambar
Ya, aku selalu menjadi satu-satunya manusia yang ada namun barangkali tak terlihat. Atau mungkin aku ternyata dilahirkan sebagai sampah plastik bening yang transparan. Semua manusia di rumah ini seperti mengabaikanku. Tapi aku selalu berpikir barangkali saat pulang ke rumah mereka sudah teramat lelah untuk mengajakku bicara dan saat pagi hari mereka terlalu sibuk untuk menyiapkan harinya hingga melupakan bahwa aku seharusnya juga menjadi salah satu penghuni meja makan ini. Tapi peduli setan, aku lebih memilih berjalan ke kamar mandi untuk membasuh muka dan menggosok gigi kemudian sarapan sendirian. Lagi-lagi mataku menerawang keluar jendela. Aku ingin jadi langit, batinku begitu saja. Sepertinya seru jadi langit, setidaknya kamu bukan pengangguran bukan? Kamu bisa menjadi biru indah, kelabu, oranye, atau sebatas hitam. Kamu bisa selalu ada tanpa dilupakan keberadaannya. Untuk kali keskian aku menghela napas berat. Sudah macam orang banyak masalah saja padahal ya hidupku begini-begi...

#Cerpen02 Dunia Antah Berantah dalam Kepala

Gambar
Suatu pagi saat cahaya mentari menerobos kisi-kisi jendela kamar, aku terbangun dengan kepala luar biasa sakit. Separuh nyawaku seperti entah lenyap kemana. Mataku yang sayu setengah mengantuk menatap pada langit biru yang disepuh gumplan-gumpalan awan lembut dibalik kaca jendela. Aku seorang pengangguran. Satu-satunya manusia yang hidup di rumah tua ini yang tak memiliki pekerjaan. Dari ketiga saudaraku hanya aku yang masih menyantap sesuap nasi dari hasil keringat bapak dan ibu. Hari-hariku terlewati dengan biasa, hambar seperti kekurangan bumbu. Terkadang aku berharap hidupku terlalu pedas, asin, atau pahit. Tak mengapa daripada tak memiliki rasa sama sekali, ini sungguh membosankan. Kalau manis sih tentu itu sangat tidak mungkin bagiku. Dan pagi ini aku mengerang sembari memijit pelipisku. Sungguh sakit kepala seperti ini tidak pernah kurasakan sebelumnya. Seperti ada godam yang menghantam kepalaku ribuan kali. Dengan sedikit limbung aku melangkah keluar kamar berjalan menuju d...

#Cerpen01 Delivery Order

Gambar
Memasuki masa-masa lockdown ini aku tidak lagi melakukan banyak kegiatan. Seharian ini aku hanya rebahan sembari memandangi layar handphone. Tidak ada pesan penting yang masuk sekadar membuka tutup aplikasi sosial media yang kumiliki. Perkuliahan online sudah selesai sejak pukul 12.00 tadi, bapak dosen tidak banyak menjelaskan materi hanya meninggalkan tugas. Kuhela napas berat, mataku memandangi langit-langit kamar indekost. Aku berasal dari luar daerah diluar Pulau Jawa dan berkuliah disalah satu universitas ternama ibukota. Sejak seminggu lalu kostku sudah mulai sepi sejak wabah corona menyebar luas dan menghantui Indonesia. Tapi aku tetap berada di kost berhubung akhir-akhir ini keuangan emak sedikit sulit. Aku terpaksa tidak pulang kampung karena tak tega meminta uang untuk membeli tiket. Bayangkan saja, untuk mengirimiku uang bulanan saja emak sedikit kesulitan karena harus membiayai pengobatkan bapak yang sedang stroke. Aku pun terpaksa kerja part time disalah sat...